Catatan Dr Salim: Indonesia Milik Kita Semua

Indonesia ini milik kita semua. Titik temu kebangsaan kita bernama Pancasila yang diter-jemahkan dalam Konstitusi UUD 1945. Kita boleh berbeda suku, ras, agama, dan antargolongan, tapi kita hidup sebagai satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air, Indonesia.

Pancasila adalah pedoman kita untuk hidup berdampingan secara damai (peaceful coexistence) di bumi Allah bernama Indonesia. Perbedaan adalah sunnatulloh, bahkan satu diantara anugerah Allah Swt. Allah berfirman dalam Al-Qur’an “Wahai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikanmu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kamu saling mengenal.. (Al-Hujurat: 13).

Bukan perbedaan-nya yang menjadi fokus kita tapi persatuan kita untuk mengokohkan ke-Indonesia-an. Itu mengapa kita memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka adalah kekayaan kita, Tunggal Ika adalah cara kita membesarkan dan memajukan Indonesia.

Bangsa ini bangsa besar dalam seluruh aspeknya: wilayahnya, sumber daya alamnya, suku bangsanya, bahasanya, adat istiadatnya, agamanya, dan alam pikiran manusianya. Dalam kebesaran Indonesia tersebut, kita tidak boleh merasa paling benar sendiri, tidak boleh merasa paling hebat sendiri, tidak boleh merasa paling Pancasila dan NKRI.

Sikap yang demikian hanya akan memecah-belah, mensegregasi, menimbulkan disharmoni dan akhirnya disintegrasi bangsa. Bangsa ini terlalu besar untuk dikelola sendirian. Bangsa ini akan menjadi besar dan maju jika kita saling bekerjasama, bersinergi, dan berkolaborasi tanpa memandang suku, ras, agama, golongan dan status atau strata sosial ekonomi. Inilah yang kita sebut persatuan Indonesia.

Sebagaimana para pahlawan telah memberikan contoh bahwa kemerdekaan hanya bisa diraih dengan persatuan dan bukan dengan perpecahan. Mari kita hentikan sikap permusuhan, memecah- belah, menyebarkan fitnah, hoax dan kebencian (hate speech) di antara sesama anak bangsa. Sikap tersebut bukan saja tidak berfaedah, tapi lambat laun menjerumuskan bangsa ini pada kehancuran dan negara gagal (failed state). Sikap tersebut juga sangat jelas dilarang agama dan dibenci Allah Swt.

Mari kita kembali pada jati diri bangsa kita yang ramah, sopan santun, tenggang rasa, tepo seliro, dan gotong royong. Hidup bangsa Indonesia. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Sekali lagi, Indonesia milik kita semua. Merdeka. Allahu Akbar!!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*