Kemal Stamboel, Tak Cari Kerja di DPR

KOMPAS (27/4/11)– Dewan Perwakilan Rakyat sering kali dianggap sebagai lapangan kerja dan lahan untuk memperoleh kekayaan. Namun, bagi Kemal Aziz Stamboel, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, DPR merupakan lahan pengabdian. ”Tidak semua orang yang gabung di DPR itu untuk mencari pekerjaan. Bagi saya, itu bukan target. Kalau mau pekerjaan, ya di perusahaan, bukan di DPR,” katanya, Senin (26/4) lalu.

Lelaki kelahiran Malang tahun 1949 itu memang menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk bekerja di lembaga konsultan pengawas keuangan. Ia juga malang melintang di sejumlah lembaga dan badan usaha milik negara serta lembaga swadaya masyarakat. Kemal pernah bekerja sebagai Presiden Direktur Pricewaterhouse Coopers Consulting Indonesia dan Country Leader IBM Business Consulting Indonesia selama 25 tahun.

Kemal juga pernah menjadi anggota Dewan Pengawas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias selama lima tahun. Ia juga pernah ditunjuk menjadi Wakil Ketua Pelaksana Dewan Teknologi, Informasi, dan Telekomunikasi Nasional. Pada waktu yang bersamaan Kemal dipercaya untuk menjadi komisaris beberapa BUMN dan perusahaan swasta.

Ia juga aktif sebagai Dewan Penyantun Masyarakat Transparansi Indonesia, Ketua Yayasan WWF Indonesia, Dewan Penasihat Yayasan Cahaya Guru, dan sejumlah yayasan lain yang bergerak di bidang sosial dan kesejahteraan masyarakat. Nama Kemal dikenal sebagai mantan Presiden Indonesia Financial Association, anggota Komite Nasional Kebijakan Governance, pendiri Indonesia-German Circle, dan pendiri Indonesia Institute for Good Governance.

Jika dilihat dari kemampuan ekonomi, Kemal tergolong mapan. Pekerjaan yang dijalani selama puluhan tahun cukup membuat kehidupannya berkecukupan. Lalu, mengapa ia kemudian memilih menjadi anggota DPR?

Rupanya, Kemal masih ingin mencari kepuasan lain dengan mengabdi kepada masyarakat dengan jalan menjadi wakil rakyat. ”Intinya, saya ingin menangkap aspirasi rakyat untuk kemudian mengkristalkan dalam bentuk undang-undang,” tuturnya.

Selain itu, Kemal juga ingin menyumbangkan pikiran dan gagasannya untuk kemajuan bangsa. Pengalaman pekerjaan serta aktivitasnya di berbagai lembaga pengabdian masyarakat dijadikannya modal untuk bekerja sebagai wakil rakyat.

Setelah dilantik menjadi anggota DPR pada tahun 2009, Kemal sempat menjabat sebagai Ketua Komisi I yang membawahkan bidang pertahanan dan keamanan. Namun, pada pertengahan Agustus 2010 Fraksi PKS memutuskan untuk memindahkan Kemal dari Komisi I ke Komisi XI yang menangani masalah keuangan.

Meski dicopot dari jabatan Ketua Komisi I, Kemal tak berhenti berkiprah. Ia justru menjadi lebih fokus mengawasi masalah keuangan negara serta perjuangan memerangi korupsi di Indonesia.

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Barat 11 itu tak datang ke Senayan dengan pikiran kosong. Kemal punya cita-cita menciptakan politik demokrasi yang berimbang dalam keterwakilan yang benar-benar menjadi penyambung seluruh aspirasi rakyat untuk memajukan bangsa. (NTA)

*)sumber: KOMPAS cetak

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*